budaya tawuran di kalangan pelajar

Di kota-kota besar, kekerasan antar pelajar tumbuh subur. Tawuran telah populer sejak awal 90 –an. Tahun-tahun tersebut, pola hidup hedonis di kalangan pelajar dan mahasiswa semakin klimak. Awal tahun 80 –an, pelajar-pelajar kita dicekoki oleh film-film yang mengadopsi budaya kebebasan Barat. Dari tradisi pacaran, disko, hingga perkelahian antar genk pelajar. Pola-pola ini kini benar-benar menjadi budaya populis pelajar di kota-kota besar, seperti Jakarta, Semarang, Bandung ataupun Surabaya..

Pelajar memiliki kehidupan sosial yang mandiri. Pelajar membangun eksistensi sosial dengan membentuk genk-genk pelajar. Muncullah genk-genk motor sebagai trend baru, dan juga ala gank ‘Nero’ yang mengadopsi kekerasan untuk menciptakan kekuasaan sosialnya atas kelompok lain. Uniknya, perilaku kekerasan tersebut diikuti oleh para pelajar putri. Kekerasan bukan gejala yang harus dikelola secara rasional, namun kekerasan sengaja diciptakan untuk meletakkan kuasa atas kelompok lain.

Bahkan, institusi sekolah, dijadikan bendera legitimasi konflik. Seolah-olah, sekolah adalah negara, dan para pelajar adalah rakyatnya. Kemudian, timbullah kecurigaan, perang dingin, hingga konflik atas nama identitas. Sekolah lain harus ditundukkan, ada supremasi yang diperebutkan. Harus ada yang menjadi adi kuasa. Pelajar antar sekolah pun membentuk berbagai koalisi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: